wisata sejarah gunung menumbing muntok bangka barat

Berwisata Di Gunung Menumbing Sambil Menikmati Sejarah Bung Karno Dan Bung Hatta

Berwisata Di Gunung Menumbing Sambil Menikmati Sejarah Bung Karno Dan Bung Hatta

Bung Karno dan Bung Hatta, karena merupakan sang proklamator indonesia. Tapi pernah belum untuk mengunjungi salah satu tempat bersejarah dari para Proklamator Indonesia ini. Bila ingin mengetahui sejarah yang unik dari Para Proklamator ini, buruan datang ke gunung Menumbing yang terletak di daerah Mentok pada arah Barat Laut Pulau Bangka.

Para Penelusur yang kesini pasti akan senang, karena Gunung Menumbing ini memiliki ketinggian sekitar 355 meter dpl. Di Gunung Menumbing jugalah merupakan tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta oleh Belanda pada tahun 1948-1949 di Pulau Bangka. Dan ada sebuah wisma yang masih terawat hingga kini yang menjadi tempat di mana Proklamator RI tersebut diasingkan.

Para Penelusur yang ingin berkunjung ke wisma ini membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke puncak, melewati jalan berkelok yang hanya muat 1 mobil saja. Di sisi jalan pohon-pohon menjulang dengan batu-batu besar yang berbentuk unik mengantar sampai ke atas. Jangan lupa membawa jacket ya, karena lokasi ini cukup dingin. Wisma ini terletak diatas puncak bukit Menumbing dengan ketinggian mencapai 450 meter dari permukaan laut. Lokasi wisma yang terpencil dengan hutan yang mengelilinginya membuat tempat ini menjadi tempat yang cocok untuk pengasingan. Karena akses ke dunia luar memang sangat terbatas sekali.

wisata pantai tanjung tinggi bangka belitung

Pantai Tanjung Tinggi, Destinasi Wisata Favorit di Belitung

Pulau Belitung di Provinsi Bangka Belitung adalah destinasi yang sangat populer, terutama setelah peluncuran film ” Laskar Pelangi“. Dampaknya, wisatawan berbondong-bondong datang ke pulau ini.

Ada ratusan pantai di Pulau Belitung yang sangat indah ini. Salah satu pantai indah di pulau ini dan sangat populer adalah pantai Tanjung Tinggi Belitung.

Nama pantai yang berada di antara Tanjung Kalam dan Tanjung Pendam ini diambil dari kata “Tanjung” yang bisa diartikan Semenanjung dan “Tinggi” yang berarti pantai dengan bebatuan tinggi.

Pantai Tanjung Tinggi sendiri adalah obyek wisata yang masuk wilayah Pulau Belitung, dekat dengan Pantai Tanjung Kelayang yang berjarak kurang lebih 31 kilometer dari Kota Tanjung Pandan, ibu kota Kabupaten Belitung.

Beberapa kali saya datang ke Belitung selalu kurang beruntung, tapi kemarin saya sangat beruntung karena cuaca panas dan langit biru.

Memang cuaca di Sumatera susah diprediksi, giliran musim panas, terjadi kebakaran hutan dan lain-lain. Nah, beruntung saat ini saya ke Belitung cuaca sedang sangat bersahabat, sehingga begitu cantik saat difoto.

Pantai Tanjung Tinggi Belitung memiliki ini memiliki luas tak kurang dari 80 hektar yang didominasi pasir putih.

Terdapat juga ratusan batu granit berukuran besar yang tersebar di sekitar pantai dan di kedua semenanjung di dekatnya. Ukuran batu granit tersebut bervariasi bahkan ada yang mencapai ratusan kubik sehingga lebih besar dari rumah.

wisata danau kaolin airbara bangka selatan

Danau Kaolin

objek wisata Danau kaolin toboali kabupaten Bangka Selatan
Kabupaten Bangka Selatan memiliki satu daya tarik wisata yang sangat menarik yaitu danau kaolin yang berada di Desa Air Bara Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rute menuju objek wisata danau kaolin ini cukup mudah, danau kaolin ini bisa di tempuh dari toboali ibu kota bangka selatan sekitar 45 menit perjalanan atau bila dari Bandara Depati Amir Pangkal Pinang sekitar 1 – 2 jam perjalanan. Masyarakat lokal menyebut Danau Kaolin Bangka Selatan ini dengan sebutan camoy / kolong aik ( air ) biru , camoy atau kolong itu sendiri adalah istilah dalam pertambangan yaitu lobang yang merupakan pusat / titik galian tambang dimana pada titik tersebut mineral tambang sudah siap untuk di angkat ke bagian pencucian. Sedangkan aik biru adalah bahasa lokal masyarakat bangka yang artinya air biru

destinasi adat istiadat bangka belitung

tradisi Nganggung

Nganggung adalah suatu tradisi turun temurun yang hanya bisa dijumpai di Bangka. Karena tradisi nganggung merupakan identitas Bangka, sesuai dengan slogan Sepintu Sedulang, yang mencerminkan sifat kegotong royongan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Dalam acara ini, setiap kepala keluarga membawa dulang yaitu sejenis nampan bulat sebesar tampah yang terbuat dari aluminium dan ada juga yang terbuat dari kuningan. Untuk yang terakhir ini sekarang sudah agak langka, tapi sebagian masyarakat Bangka masih mempunyai dulang kuningan ini.

Didalam dulang ini tertata aneka jenis makanan sesuai dengan kesepakatan apa yang harus dibawa. Kalau nganggung kue, yang dibawa kue, nganggung nasi, isi dulang nasi dan lauk pauk, nganggung ketupat biasanya pada saat lebaran.

Adapun nganggung merupakan suatu kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam rangka memperingati hari besar agama Islam, menyambut tamu kehormatan, acara selamatan orang meninggal, acara pernikahan atau acara apapun yang melibatkan orang banyak. Nganggung adalah membawa makanan di dalam dulang atau talam yang ditutup tudung saji ke masjid, surau, atau balai desa untuk dimakan bersama setelah pelaksanaan ritual agama.

Perayaan selama satu minggu menyambut Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan di Kota Sungailiat. Merupakan agenda tahuuanan mengikuti hitungan Kalender Cina.

wisata sekolah gantong negri laskar pelangi

Berkunjung ke SD Muhammadiyah Gantong (Sekolah Laskar Pelangi) di Belitung Timur

SD Muhammadiyah Gantong

Tidak semua orang yang berwisata ke Belitung sempat mampir ke SD ini, sebab lokasinya sangat jauh dari kota Tanjungpandan. Jika anda naik pesawat  dari Jakarta, maka anda akan mendarat di bandara H.A.S Hanandjoedin di kota Tanjungpandan. Kota Tanjungpandan adalah ibukota Kabupaten Belitung. FYI, Pulau Belitung dibagi menjadi dua kabupaten, yang pertama Kabupaten Belitung dengan ibukota Tanjungpandan, dan yang kedua Kabupaten Belitung Timur dengan ibukota Manggar. Kabupaten Belitung Timur adalah kampung halamannya Ahok yang menjadi Gubernur DKI sekarang

wisata muntok bangka belitung

Mercusuar Legendaris di Pantai Tanjung Kalian, Bangka belitung

Salah satu pintu masuk utama Pulau Bangka dari Pulau Sumatera adalah Pelabuhan Tanjung Kalian. Pelabuhan ini terletak di ujung barat Pulau Bangka tepatnya di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinisi Bangka Belitung. Jaraknya cukup jauh dari Kota Pangkalpinang, yakni sekitar 140 km sementara dari kota Muntok sekitar 9 km.

Pelabuhan Tanjung Kalian tak terlalu ramai, karena saat ini banyak warga yang lebih memilih moda transportasi udara ketimbang laut. Namun aktivitas pelabuhan masih aktif. Pelabuhan ini memiliki mercusuar legendaris yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1862.

Menurut pengelola setempat, Yuswandi, mercusuar setinggi 65 meter ini masih asli dan tidak pernah dipugar, hanya beberapa kali dicat ulang. Kondisinya masih kokoh dan masih digunakan sebagai menara pengamatan oleh para nahkoda yang hendak berlayar.

“Ini masih aktif. Biasanya sebelum berangkat, nahkoda naik dulu ke puncak mercusuar untuk memantau kondisi laut,” kata Yuswandi di Mercusuar Tanjung Kalian, Muntok, Bangka Barat,

wisata benteng toboali bangka belitung

Benteng Toboali, Peninggalan Belanda di Bangka Selatan

Benteng Toboali, Peninggalan Belanda di Bangka Selatan

Kolonialisme di Bumi Pertiwi tak hanya menyisakan cerita pilu, namun mewariskan bangunan-bangunan yang bersifat monumental. Salah satunya adalah Benteng Toboali di Tanjung Ketapang, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Benteng yang dibangun pada tahun 1825 ini terletak sekitar 127 kilometer dari Kota Pangkalpinang. Untuk menuju Benteng Toboali, dapat ditempuh selama 2,5 jam dari ibu kota Provinsi Kepulauan Babel tersebut dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang tersedia. Tak perlu khawatir nyasar karena penduduk setempat bakal dengan senang hati menunjukkan lokasi Benteng Toboali.

Semilir angin dari Pantai Nek Aji menyambut setiap pengunjung yang datang menginjakkan kaki di Benteng Toboali. Menapaki setiap anak tangga sebelum masuk pintu gerbang dengan penuh kehati-hatian menjadi keharusan agar tidak jatuh tergelincir saat menginjak lumut.

Apalagi, jika memilih waktu berlibur di pengujung tahun. Sudah tentu kewaspadaan harus ditingkatkan saat melangkah di tempat bersejarah ini.

Tempat wisata tanpa tarif masuk ini tampak tidak terawat. Terbukti, banyak coretan tangan jahil sehingga menambah kesan kusam benteng yang semakin menua ini. Namun, hal itu tak membuat benteng ini kehilangan nilai sejarahnya.

Mengunjungi benteng ini, lalu menelisik setiap sisinya, membuat setiap pengunjung diajak untuk menekuni nilai sejarah.

Benteng pertahanan masa penjajahan Belanda ini dahulu diperuntukkan melindungi pertambangan timah dari serangan yang berasal dari arah laut. Pada perkembangannya, bangunan ini pernah dikuasai Jepang antara tahun 1942 hingga 1945.

Kemudian, pada masa kemerdekaan, bangunan seluas 54×32 meter ini dipergunakan untuk Kantor Kepolisian Distrik Toboali, yang berganti nama menjadi Kepolisian Sektor (Polsek) Toboali pada tahun 1980-an, hingga akhirnya polsek tersebut dipindahkan ke luar benteng guna menjaga keaslian bangunan benteng

wisata gunung maras belinyu bangka belitung

Gunung Maras,

Indahnya Atap Pulau Bangka

mars-2

Pulau Bangka mempunyai pesona wisata yg tidak melulu soal pantai. Ada Maras, gunung teratas di Pulau Bangka. Rasa capek selagi mendaki bakal terbayar lunas kala mencapai puncak. Wonderful!

Gunung Maras yaitu gunung yg memiliki ketinggian 699 mdpl (2.293 kaki). Gunung ini terletak di Pulau Bangka, tepatnya di Desa Rambang, Kecamatan Riau Silip’ Kab Bangka, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Untuk fasilitas secara resmi masih belum tersedia di kawasan Gunung Maras, Namun jika teman-teman membutuhkan angkutan atau rumah untuk menginap teman-teman bisa menyewa dari warga sekitar di kaki Gunung Maras.

Ada warung dan toko di sekitar rumah warga setempat yang menyediakan kebutuhan makanan dan minuman. Namun belum tersedia toko peralatan pendakian atau barang yang mendukung untuk aktifitas hiking.

wisata tanjung kelayang bangka belitung

Pantai Tanjung Kelayang

Tanjung Kelayang adalah salah satu kawasan strategis pariwisata nasional di Indonesia. Nama Kelayang sendiri adalah nama salah satu jenis burung di Pulau Belitung. Pantai Tanjung Kelayang merupakan bagian dari kawasan ini. Pantai ini terletak di Kecamatan Sijuk sekitar 27 kilometer dari kota Tanjung Pandan. Pantai Tanjung Kelayang merupakan salah satu pantai terbaik di Bangka Belitung. Pantai ini setiap tahun menjadi tempat singgah kapal-kapal Yacht yang mengikuti Rally Sail Indonesia.

 

wisata pulau lengkuas bangka belitung

Pulau Lengkuas

Mercusuar Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas adalah salah satu primadona pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pulau ini merupakan satu dari ratusan pulau yang mengelilingi Pulau Belitung. Daya tarik utama di pulau ini adalah sebuah mercusuar tua yang dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1882. Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk Pulau Belitung.

Secara spesifik, lokasi dari Pulau Lengkuas ini berada di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Keindahan panoramanya yang dihiasi dengan banyaknya batu granit yang unik, pasir putih dan air laut yang jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Belitung. Pulau kecil yang bisa dikelilingi dalam waktu 20 menit ini, bisa didatangi dengan perahu sewaan dari Tanjung Binga maupun Tanjung Kelayang.

Di Pulau Lengkuas, selain menikmati pemandangan pantai yang indah, biasanya pengunjung tidak akan melewatkan kesempatan menikmati pemandangan bawah laut dengan snorkeling atau diving. Di depan perairan Pulau Lengkuas, terdapat spot-spot diving yang bagus, dan terdapat pula wreck indomarine. Penjaga mercusuar juga memelihara Penyu hijau.[1]

Karena Pulau Lengkuas tidak terlalu luas, untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, pengunjung disarankan untuk membawa persediaan air minum/air tawar serta selalu membawa pulang kembali sampah yang dihasilkan selama beraktivitas si Pulau, untuk di buang di tempat sampah di daratan Pulau Belitung